-
Ketika Pengakuan terhadap Iman Umat dibatasi oleh Pelayanan Aktif
“Menulislah tentang perjalanan hidup umat, kadang yang terlihat sederhana, justru menarik di tulis”, kata Gregorius Magnus Finesso, editor Harian Kompas, yang juga pengampu Workshop Jurnalisme Empatik pada 21 Juni 2026. Hal inilah yang membuatku tertarik untuk berpartisipasi dalam majalah Gereja Katolik. Pengalamannya di lapangan dalam melihat angle penulisan untuk suatu kejadian, serta siapa saja yang diwawancarai membangkitkan semangatku untuk melakukan…
-
Hanya 15% Orang yang Hidup sesuai dengan Keinginan. Kenapa Sisanya Gagal?
Dimulai dari obrolan random komunitas Sacred Empress di GMeet, yang berakhir dengan pertanyaan reflektif. “Berapa persen sebenarnya orang yang hidup sesuai dengan panggilan jiwanya?” Karena sekarang ini ngobrol dengan AI, seperti Gemini, ChatGPT dan DeepSeek adalah hal yang lumrah, maka pertanyaan itu saya utarakan ke Gemini. Jawabannya bikin gong banget! Cuman 15%, cuy, dari total populasi di dunia. Di Gemini…
-
Ogah ke Dapur, ternyata ga bisa selamanya
“Gue ga suka masak, dan ga akan pernah nyentuh dapur.” Kalimat tersebut sudah seperti prinsip hidup semenjak gue SMP. Gue benci masak bukan tanpa alasan, tapi karena gue bosan dimarahi dan selalu dikritik kinerja gue oleh nyokab. Di tahun ini, kondisi ekonomi dunia, termasuk negara gue lagi ga baik-baik saja. Ga cuman ekonomi, tapi kesehatan pun jadi gampang terganggu, karena…
-
Ketika Marwah Meja Dagang Ga Lagi Dihormati
Setiap manusia memiliki beraneka ragam karakter. Ga semua orang bisa saling cocok, tapi untuk manusia yang satu ini, kita mungkin bisa kompak ga suka dengan karakternya. Bahkan kata istighfar bisa sering terucap dari mulut untuk menahan kesabaran. Karena itu terjadi di lingkunganku, 20 orang yang dia temui, semuanya serempak tidak menyukai karakternya yang semaunya sendiri, dengan sikap yang merendahkan orang…
-
Ketika Makna Pulang Bukan Lagi soal Rumah
Setiap manusia tentunya memiliki ruang aman sendiri, yang kita istilahkan sebagai “pulang”. Telisik lebih dalam, ternyata pulang ga bisa kita artikan hanya sebagai rumah semata, tapi tempat kita merasa nyaman menjadi diri sendiri, tanpa harus memakai topeng kehidupan supaya kita di terima dengan baik. Ruang aman ini ga punya pakem atau standar pastinya. Harus punya kekayaan sekian, harus agama apa,…
-
Recharge Energi dengan Spontanitas
Anggap aku norak, tapi ini momen pertamaku pergi berlibur secara spontan. Kemarin aku mengajak tim kerjaku untuk survey tempat, kemudian membeli beberapa item untuk kepentingan pekerjaan. Ga lama, aku merasa lapar, dan mengajak timku untuk makan bersama. Mereka ngikut saja aku mau makan apa. Tiba-tiba terucap dari bibirku, “Puncak, yuk!”, dan langsung disambut dengan penuh antusias oleh mereka dengan kata,…