Kembali dipercaya menjadi Exclusive Writer di Kompasiana tentang keterlibatan BNI dalam memberikan kemudahan akses bagi warga di Pulau Lembeh memberikan tantangan tersendiri.
Jujur saja, saya belum pernah mengunjungi Pulau Lembeh, Sulawesi Utara.
Bagaimana kondisi warga dan lapangan disana, saya benar-benar tidak paham.
Sebagai tipe penulis yang terbiasa observasi langsung, menulis hal yang tidak saya ketahui tentu jadi ngeri-ngeri sedap.
Menggunakan observasi dari pihak kedua sebenarnya sah, tapi terasa kurang greget buat saya.
Oke, buang idealisme!
Saya pun mulai riset diawali dari searching di Google, dan menggunakan teknologi muktahir, AI Gemini.
Dimulai dari artikel Pulau Lembeh dimana, bagaimana kondisi alam dan warganya.
Kemudian nonton hampir semua video yang berhubungan dengan Pulau Lembeh.
Itu memakan waktu semalaman.
Sekitar pukul 01.30 pagi, saya baru tidur untuk mengistirahatkan otak.
Dan saya belum nulis draft sama sekali, padahal diberikan deadline 12 jam.
Pukul 05.00, saya bangun dan kembali riset data.
Instagram Bu Ratti Manopo, BNI Agen46 dan website BNI tentang agen46, saya jelajahi.
Pukul 06.44 pagi, saya memberanikan diri untuk menghubungi Bu Ratti via akun Instagram. Kemudian pukul 07.22, berusaha menghubungi beliau di Facebook, karena saya perhatikan beliau lebih aktif di Facebook.


Tak kenal, maka tak sayang, sehingga tidak heran Bu Ratti tidak membalas DM saya 😆
Berniat menghubungi BNI Agen46 langsung, tapi saya tahu sepertinya agak susah kalau berhubungan langsung dengan tim PR atau teknisi yang pernah langsung kontekan dengan Bu Ratti.
Jujur saya hampir menyerah, karena merasa ga akan bisa menulis artikel dengan luwes layaknya blog.
Saya pun akan merasa ga enak hati dengan Kompasiana, kalau saya hanya copy paste press release BNI, tanpa memasukkan karakteristik tulisan saya.
Tapi dibatalkan, berarti saya ga profesional, karena sudah menyetujui.
Saya tarik nafas, berdoa, kemudian makan dulu sebentar, untuk mengalihkan perhatian saya dari rasa tegang.
Baru kemudian jari-jari saya menekan tuts keyboard menyusun artikel tentang kondisi Pulau Lembeh, peran Bu Ratti sebagai pemilik warung, sekaligus kontributor dirinya terhadap warga sekitar untuk memudahkan akses, juga peran BNI yang sangat berdedikasi dan berusaha maksimal agar masyarakat setempat bisa menikmati kemudahan dalam hidup.
Waktu menunjukkan pukul 11.00, dan saya mengumpulkan draft artikel yang diminta pada admin Kompasiana.
Siang berganti sore, kemudian berganti malam, jantung saya berdegup kencang, karena belum ada kabar dari admin Kompasiana.
“Ditolak apa ya?”, mengingat yang saya tulis bukan hasil observasi langsung, melainkan riset dari pihak kedua.
Esok paginya, puji Tuhan, saya mendapatkan kabar baik, draft saya diterima, dan diizinkan submit.

Terima kasih banyak pada Kompasiana dan BNI atas kepercayaannya.
Mau baca lebih lanjut, silakan klik button di bawah ini ya 😊
Leave a comment