Nyokab NPD? Karakter anak-anaknya Bisa Jadi Bagaimana?

Belakangan lagi banyak konten sosial media yang menceritakan POV anak yang diasuh oleh mama yang NPD.

NPD singkatan dari Narcissistic Personality Disorder, sikap yang dianggap sebagai gangguan mental karena selalu ingin menjadi pusat perhatian, hingga minim rasa empati.

Gue ambil contoh nyata yaa…

Gue pribadi memiliki nyokab yang bisa dibilang NPD. Gue memiliki satu adik kandung, perempuan.

Bisa jadi nyokab saat itu ga bermaksud NPD, tapi karena menikah muda dan sudah menjadi single parent sejak usia 34 tahun, maka beliau berusaha sebaik mungkin melindungi anak-anaknya.

Alhasil didikan beliau sangat keras, cenderung overprotektif, dan apapun yang kami lakukan harus sesuai dengan cara pikir dan dunia beliau. Lebih tepatnya nyokab harus menjadi pusat dunia kami.

Nah, lucunya gue tumbuh menjadi pribadi yang rendah diri, dan ga berani ambil keputusan.

Adik gue, sebaliknya, sangat percaya diri dan berani ambil keputusan dengan cepat.

Selama perjalanan waktu, gue ketemu sama salah seorang teman yang sangat mempermasalahkan kalau nyokabnya NPD.

Teman tersebut, kita panggil saja B.

B sangat senang bercerita berulang-ulang betapa nyokabnya super duper NPD.

Ia cerita hampir ke semua orang yang ia temui.

Salah satu keluh kesahnya yang bikin gue cukup mempertanyakan apakah nyokabnya memang NPD.

B bekerja di lembaga negara yang berhubungan dengan hukum. Kedudukannya bisa dibilang staff, namun cukup bergengsi. Orang bisa memanfaatkan relasi dengan si B, untuk mendapatkan perlindungan hukum.

Ibu B tidak pernah mau menyebutkan dan membanggakan dimana B bekerja.

B mengatakan bahwa ibunya terlalu ga mau mengakui gengsi kariernya. Terutama saat ibunya dibully oleh temannya yang bekerja di kantor perpajakan, dan sepertinya rentan dengan kasus korupsi.

Disitu B merasa kecewa sekali, kenapa ibunya saat dibully oleh si teman, bukannya membela diri dan membanggakan B, anaknya yang bekerja di lembaga negara yang bergengsi.

Gue pribadi menangkap bahwa ibu B sedang melindungi B, supaya karier B tidak diganggu dengan orang yang cuman akan memanfaatkan situasi.

Kemudian, ada kisah lainnya yang cukup sulit dipercaya.

Secara fisik B memang menarik, namun bukan yang cantik sampai membuat orang lain langsung melihat terus-terusan.

Buat ngobrol pun, bukan tipe yang asyik untuk didengar dalam waktu yang lama.

Tapi B selalu percaya bahwa setiap pria yang ngobrol ataupun interaksi dengannya pasti sedang jatuh cinta padanya.

Menariknya, belakangan B merasa yang suka sesama jenis, juga sedang mengincarnya.

Gue ga bisa menilai kebenaran cerita B, karena gue ga berada disampingnya 24/7.

Bertemu pun sebedug sekali. Namun sejauh yang gue tangkap selama berinteraksi dengannya, B memiliki kepribadian yang sangat sensitif, dan seringkali salah paham terhadap sikon ataupun menangkap esensi obrolan.

Bukan buat ngobrolin B, tapiii….

Yang gue heran, kenapa didikan orang tua yang NPD, bisa menghasilkan output karakter anak yang berbeda-beda?

Ada yang rendah diri dan victim mentality, itu gue. Ada yang jadi percaya diri, dan ada juga yang malah tertular NPD.

Bagaimana menurut teman-teman? Apakah ada yang mau menjelaskan?

Leave a comment