“Dia jahat!! Dia berani usir saya”, kata seorang pria yang berusia sepuh yang memiliki menantu perempuan.
“Tar saya dibilang bawel lagi”, kata seorang wanita usia paruh baya saat bercerita tentang menantu laki-lakinya.
Dua keluarga yang berbeda, dan bercerita dalam momen yang berbeda.
Namun memiliki satu kesamaan, tidak memiliki cukup penghasilan yang membuat dua orang tua ini bisa hidup mandiri, tanpa mesti mengandalkan penghasilan anak-anak.
Dilihat dari kacamata anak dan menantu, pastinya ada keinginan untuk hidup mandiri, tanpa ada pihak lain yang ikut tinggal dalam rumah tangga.
Terutama perempuan, akan lebih bahagia ketika bisa mengatur kehidupan rumah tangganya sendiri.
Aku rasa pria juga senang kalau bisa bersikap lebih apa adanya ketika berada di rumahnya sendiri tanpa takut dikomen ataupun diatur, secara mereka sudah dewasa.
Dari curhatnya si mertua, ada hal yang aku petik untuk bekal aku usia senja nanti.
Mandiri secara finansial.
Kakekku memiliki prinsip supaya dirinya makmur duluan, baru anak-anaknya.
Anak-anak harus mencapai kesuksesan sendiri, beliau hanya memberikan modal awal saja.
Kakek ga mau bergantung hidup pada anak cucunya.
Dalam perjalanan hidupnya, kehidupan sehari-hari, berobat, bahkan di akhir hayatnya dalam mengurus pemakaman, kakekku mengandalkan uang yang beliau hasilkan sendiri.
Nah… disini letak aku menyetujui keputusannya.
Dewasa ini, sebagian besar kondisi finansial dalam rumah tangga bisa dibilang sangat mepet.
Perlu ada kerja sama suami istri dalam mencari nafkah supaya kebutuhan hidup sehari-hari terpenuhi, apalagi kalau ada anak.
Ditambah apabila seorang anak harus membiayai orang tua, ga bermaksud durhaka, tapi itu cukup berat.
Bisa dibilang gaji UMR di Indonesia ga sebanding dengan biaya kehidupan sehari-hari.
Perekonomian zaman sekarang dengan masa 20 atau 30 tahun lalu sangat lah berbeda jauh.
Untuk itu, penting bagi kita agar mandiri secara finansial, terutama untuk masa tua kita nanti.
Supaya kehadiran kita ga memberatkan anak-anak kita nanti, dan kita pun ga sakit hati ketika mereka seakan “menolak” kehadiran kita akibat tekanan ekonomi.
Yuk, persiapkan dana pensiun sebelum terlambat 😊
Leave a comment